Informasi tentang Paragraf bedasarkan tujuan and penyampaian

 Apakah itu paragraf ?

Paragraf adalah kumpulan kalimat yang memiliki satu ide pokok atau gagasan utama. Semua kalimat dalam paragraf disusun secara runtut dan padu untuk mendukung ide pokok tersebut.

Jenis-jenis Paragraf Berdasarkan Tujuan dan penyampaiannya.

​Paragraf adalah kumpulan kalimat yang saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan gagasan. Paragraf dikembangkan dari sebuah ide pokok yang kemudian dijelaskan oleh kalimat-kalimat penjelas. agar lebih bervariasi dan mudah dipahami. 

Berikut adalah jenis-jenis paragraf berdasarkan pola pengembangannya:

​1. Paragraf Narasi

​Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian secara kronologis, yaitu berdasarkan urutan waktu. Paragraf ini sering ditemukan dalam cerita, novel, atau biografi. Tujuannya adalah untuk menyampaikan pengalaman atau kejadian kepada pembaca seolah-olah mereka ikut merasakan peristiwa tersebut dan biasanya memilki tokoh.

Contoh: 


​Malam itu, dinginnya angin pegunungan menyelimuti bukit terjal, namun semangat kami tak sedikit pun surut. Sejak matahari terbenam, kami sudah berkutat dengan tenda yang tak kunjung berdiri sempurna. Tawa lepas terdengar setiap kali tiang penyangga roboh, menciptakan harmoni yang aneh di tengah hutan yang sunyi. Setelah berjam-jam berjuang, akhirnya tenda berdiri kokoh, tak peduli bentuknya yang sedikit miring. Keriuhan mereda, berganti dengan suara percikan api unggun yang mulai menghangatkan. Kami duduk melingkar, berbagi cerita-cerita lama sambil menatap jutaan bintang yang berserakan di langit, seolah alam semesta ikut menjadi saksi bisu kebersamaan kami. Saat api mulai mengecil dan kantuk menyerang, kami masuk ke dalam tenda, meninggalkan jejak petualangan yang tak terlupakan di bawah langit malam yang pekat.

​2. Paragraf Deskripsi

​Paragraf deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek, tempat, atau suasana secara rinci. Tujuannya adalah agar pembaca bisa seolah-olah melihat, mendengar, merasakan, atau mencium apa yang penulis deskripsikan. Paragraf ini menggunakan indra untuk memberikan gambaran yang jelas.

Contoh:


​Gang sempit itu seperti urat nadi yang berdenyut, dipenuhi dengan kehidupan yang sibuk namun intim. Di kanan-kiri, rumah-rumah petak bercat pudar berjejer rapat, terhias jemuran baju yang melambai-lambai di atas kepala. Aroma masakan dari dapur yang terbuka berbaur dengan bau hujan yang baru saja turun, menciptakan wangi khas yang menenangkan. Suara celoteh anak-anak yang bermain kelereng di ujung gang disahuti oleh tawa renyah ibu-ibu yang sedang bergosip sambil mengupas bawang. Sebuah motor tua terparkir miring di dekat pos ronda, bannya kempis dan bodinya berkarat, menjadi saksi bisu pergantian hari. Di balik hiruk pikuk itu, gang ini menyimpan kehangatan, tempat di mana setiap pintu terbuka untuk saling berbagi cerita, tawa, dan duka.

3.Paragraf Eksposisi


​Pola eksposisi digunakan untuk menjelaskan atau memaparkan informasi, fakta, atau gagasan secara jelas dan objektif. Tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca tanpa adanya unsur ajakan atau ajakan untuk melakukan sesuatu. Pola ini sering digunakan dalam tulisan ilmiah atau artikel informatif.

Contoh:

Fotosintesis adalah proses biokimia fundamental yang dilakukan oleh tumbuhan hijau, alga, dan beberapa bakteri untuk mengubah energi cahaya menjadi energi kimia. Proses ini dimulai ketika pigmen klorofil—yang bertanggung jawab atas warna hijau pada daun—menyerap foton dari sinar matahari. Energi yang diserap ini kemudian digunakan untuk memecah molekul air (H_2O) yang diambil melalui akar, memisahkan hidrogen dan oksigen. Oksigen (O_2) dilepaskan ke atmosfer sebagai produk sampingan, menjadikannya elemen penting bagi kehidupan di Bumi. 

4.Paragraf Argumentasi

Argumentasi
​Pola ini bertujuan untuk meyakinkan pembaca terhadap suatu pendapat atau gagasan dengan menyertakan bukti, alasan, dan data yang kuat. Paragraf argumentasi sering kali diawali dengan pernyataan tesis (pendapat utama) yang kemudian diikuti oleh argumen pendukung.

Contoh :

 "Meskipun beberapa pihak berpendapat bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) akan menciptakan pengangguran massal, kenyataannya jauh lebih kompleks. Memang, beberapa pekerjaan rutin akan digantikan, namun di sisi lain, AI juga akan membuka ribuan lapangan pekerjaan baru yang menuntut keahlian analitis, kreatif, dan manajerial—pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh mesin. Transformasi ini bukan tentang eliminasi, melainkan tentang evolusi. Sejarah telah membuktikan bahwa setiap revolusi industri selalu menciptakan lebih banyak jenis pekerjaan daripada yang dihilangkan, mendorong masyarakat untuk beradaptasi dan berkembang."

5.Paragraf Persuasi

​Paragraf persuasi adalah paragraf yang bertujuan untuk membujuk atau mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu, mengikuti pendapat, atau membeli produk. Paragraf ini sering digunakan dalam iklan, propaganda, atau pidato kampanye.

Contoh:

Jangan biarkan impian finansial Anda hanya menjadi angan-angan. Saatnya mengambil langkah berani untuk membangun masa depan yang lebih stabil dengan berinvestasi. Daripada membiarkan uang Anda habis untuk hal-hal konsumtif yang tidak memberi nilai tambah, mulailah alokasikan sebagian kecil dari penghasilan Anda ke instrumen investasi yang tepat. Pikirkanlah betapa berbedanya hidup Anda lima atau sepuluh tahun dari sekarang jika Anda mulai menabung dan berinvestasi hari ini. Bayangkan kebebasan finansial yang memungkinkan Anda pensiun lebih awal, membeli rumah impian, atau membiayai pendidikan anak-anak Anda tanpa khawatir. Jangan tunda lagi! Konsultasikan dengan ahli keuangan, mulailah dengan jumlah kecil, dan saksikan uang Anda bekerja untuk Anda. Masa depan yang cerah dimulai dari keputusan cerdas hari ini.

Photo source:

https://pin.it/211KnZnzh







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Task:1 TEKS LAPORAN HASIL PERCOBAAN

Studytip Phyton